Rabu, 4 November 2026 Berita Terkini & Terpercaya
alnassr-fixedmatches.comalnassr-fixedmatches.com
alnassr-fixedmatches.com - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Tagihan Bengkak Usai Pensiun, Ternyata Kebiasaan K...

Tagihan Bengkak Usai Pensiun, Ternyata Kebiasaan Kecil Ini Biang Keroknya

Banyak pensiunan kaget tagihan listrik dan air melonjak setelah di rumah seharian. Padahal biang keroknya kebiasaan sepele yang bisa dihindari.

Tagihan Bengkak Usai Pensiun, Ternyata Kebiasaan Kecil Ini Biang Keroknya

Begitu pensiun, hidup berubah total. Dulu rumah kosong dari pagi sampai sore, sekarang ada orang di rumah hampir 24 jam. Yang tadinya AC cuma nyala malam, sekarang nyala siang juga. Yang tadinya masak sekali sehari, sekarang dapur nyala terus. Wajar kalau tagihan listrik dan air ikut naik.

Tapi yang bikin gue heran — dan ini sering gue dengar dari tetangga yang sudah pensiun — kenaikan tagihannya kok jauh lebih besar dari perkiraan. Bukan cuma naik 20 atau 30 persen, tapi bisa dua kali lipat. Nah, dari ngobrol-ngobrol itu, ternyata ada beberapa kesalahan umum yang sering banget dilakukan tanpa sadar. Bukan karena boros, tapi karena kebiasaan lama yang nggak pernah dikoreksi.

Baca juga: Di Kos Pertama, Stop Beli Perabot Murah yang Bikin Boros Listrik

Kulkas Tua yang Dipaksa Kerja Keras

Ini yang paling sering gue temui. Kulkas sudah belasan tahun, pintunya masih bagus, dinginnya masih oke. Jadi ya dipakai terus. Padahal karet pintu kulkas itu lama-lama mengeras dan nggak rapat lagi. Udara dingin bocor keluar, kompresor kerja nonstop, listrik pun naik pelan-pelan tanpa terasa.

Coba deh cek sekarang. Ambil selembar uang kertas, jepit di pintu kulkas, lalu tarik. Kalau gampang lepas, berarti karetnya sudah nggak rapat. Solusinya murah kok — karet pintu pengganti banyak dijual, atau kalau males ganti, bisa disiasati dengan menempel karet tambahan di bagian yang longgar. Ini perawatan barang yang sering dilupakan padahal efeknya langsung ke tagihan.

Kulkas itu penyumbang listrik terbesar kedua di rumah setelah AC. Kalau dia kerja ekstra karena bocor dingin, ya tagihan ikut ekstra.

AC Dinyalakan Seharian, Tapi Filternya Nggak Pernah Dibersihkan

Karena sekarang sering di rumah, AC jadi teman seharian. Masalahnya, filter AC yang kotor bikin aliran udara tersumbat. AC jadi kerja lebih berat untuk mendinginkan ruangan, dan itu langsung berdampak ke meteran listrik.

Gue sendiri dulu malas bersihin filter. Sampai suatu hari AC kamar rasanya nggak dingin padahal sudah disetel 16 derajat. Ternyata filternya penuh debu sampai abu-abu tebal. Setelah dicuci dan dikeringkan, dinginnya balik lagi, dan yang lebih penting — nggak perlu nyetel suhu serendah itu lagi. Cukup 25 derajat sudah nyaman.

Bersihin filter itu cuma butuh 10 menit, sebulan sekali. Nggak perlu tukang, cukup dilepas, disikat pelan, dikeringkan, pasang lagi. Barang juga lebih awet, tagihan juga lebih ramah.

Kebiasaan "Nyalain Dulu, Nanti Dimatiin"

Ini khas banget. Nyalain lampu teras padahal masih terang, nyalain TV tapi ditinggal tidur, charger HP masih nyolok padahal baterai penuh. Satu-satu kelihatan sepele, tapi kalau dijumlah sebulan, lumayan juga. Apalagi buat pensiunan yang sekarang lebih banyak di rumah — jadi lebih sering lupa matiin karena sibuk dengan aktivitas lain.

Solusi simpelnya: biasakan matiin satu ruangan sebelum pindah ke ruangan lain. Atau pasang lampu LED di titik-titik yang paling sering nyala. Harganya sekarang sudah murah, dan umurnya jauh lebih panjang dari lampu biasa.

Mesin Cuci dan Setrika yang Dipakai Setengah-setengah

Ini kesalahan yang jarang disadari. Nyuci baju sedikit-sedikit, tapi mesin cuci dinyalakan tiap hari. Padahal mesin cuci paling boros listrik dan air saat mulai bekerja — jadi lebih hemat kalau dicuci sekaligus banyak, misalnya dua hari sekali dengan muatan penuh.

Begitu juga setrika. Nyalain setrika buat nyetrika satu kemeja, lalu dimatikan. Besok nyalain lagi buat satu kemeja lagi. Panas awal setrika itu makan listrik paling banyak. Lebih baik kumpulkan cucian yang perlu disetrika, lalu kerjakan sekaligus dalam satu sesi.

Gue ingat almarhum bapak dulu selalu bilang, "nyetrika itu jangan sambil nunggu, kerjain sampai habis." Ternyata nasihat lama itu masuk akal secara teknis.

Keran Bocor Kecil yang Dibiarin Bertahun-tahun

Bukan cuma listrik. Air juga sering bocor halus tanpa disadari. Keran wastafel yang netes sedikit, flush toilet yang terus mengalir pelan, atau pipa di bawah bak yang rembes. Kelihatannya cuma setetes dua tetes, tapi kalau dihitung sebulan, bisa jadi beberapa kubik air terbuang.

Coba perhatikan meteran air saat semua keran mati. Kalau angkanya masih bergerak, berarti ada kebocoran. Perbaiki sekecil apa pun. Ini termasuk perawatan barang rumah tangga yang murah dan gampang, tapi sering ditunda karena "ah cuma netes".

Yang paling sering gue lihat justru di toilet. Tombol flush yang nggak balik sempurna bikin air terus mengalir pelan. Cukup ganti karet dalamnya, selesai. Nggak sampai lima puluh ribu, tapi hematnya berbulan-bulan.

Barang Elektronik Dibiarkan Standby Terus

TV, rice cooker, microwave, dispenser — kalau masih nyolok, banyak yang tetap makan listrik meskipun sedang nggak dipakai. Namanya daya standby. Kecil memang, tapi kalau ada lima sampai tujuh barang yang standby 24 jam, totalnya lumayan.

Solusinya bukan cabut satu-satu tiap hari — itu malah bikin capek dan colokan cepat longgar. Lebih praktis pakai stop kontak yang ada tombolnya, atau cabut sekalian saat mau tidur malam. Kebiasaan kecil ini yang sering bikin orang kaget setelah lihat tagihan turun tanpa mengubah pola pemakaian secara drastis.

Intinya begini: setelah pensiun, pola hidup di rumah memang berubah. Tapi yang perlu dikoreksi bukan cuma soal "lebih sering di rumah", melainkan kebiasaan lama yang dulu nggak kerasa karena rumah kosong. Kulkas yang karetnya longgar, AC yang filternya kotor, keran yang netes, dan barang standby yang dibiarkan — semua itu kecil, tapi numpuk.

Nggak perlu langsung bongkar rumah. Mulai dari satu hal minggu ini, satu hal minggu depan. Lama-lama jadi kebiasaan, dan dompet pensiun pun bisa bernapas lebih lega.

Tags: hemat energi rumah tangga pensiunan perawatan barang tagihan listrik